Kehadiran El Shaawary menjadi Opsi Luciano Spalletti di Lini Depan

maxresdefault

Kehadiran Penyerang AC Milan, El Shaarawy yang pasti menambah opsi Luciano Spalletti di lini depan terutama dari sisi kiri. El Shaarawy yang banyak beroperasi sebagai winger kiri bisa ditempatkan di belakang striker dalam formasi 4-2-3-1. Formasi ini merupakan Formasi favorit yang diracik oleh Luciano Spalletti.

Bicara soal posisi winger kiri di ASRoma, sejatinya masih ada nama Iago Falque di dalam Team AS Roma. Gervinho, sebelum akhirnya dilego ke Hebei China Fortune, juga kerap mengisi posisi tersebut.

Statistik Falque dan Gervinho yang kerap dirotasi di sepanjang musim 2015-2016 boleh dibilang tak mengesankan tapi juga tak buruk-buruk amat. Falque mencetak dua gol, dua assist, serta menciptakan 16 peluang dari 17 kali penampilannya di Serie A. Sementara Gervinho yang sedikit lebih baik dalam urusan gol tercatat enam kali menjebol gawang lawan, bikin satu assist, dan menciptakan 15 peluang dari 14 kali penampilan.

Keberadaan El Shaarawy yang menjadi wajah baru di lini serang Roma memang tidak serta merta menjamin masalah klub asal ibukota itu akan selesai. Karena, pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Luciano Spalletti juga tidak sedikit.

Mental menjadi problem utama yang harus segera dibereskan oleh Luciano Spalletti. Pelatih berkepala plontos itu sendiri tak menampik kalau ia harus bisa segera mengembalikan semangat dan karakter tim yang anjlok menyusul serangkaian hasil negatif yang didapat.

Selain menyolidkan lini pertahanan, Luciano Spalletti juga harus menemukan formula untuk mengembalikan ketajaman Eden Dzeko dan Mohamed Salah. Dzeko, yang kerap terisolasi hingga akhirnya seret gol, menurun kepercayaan dirinya. Sementara Mohammed Salah belum kembali ke performanya yang impresif seperti di awal musim setelah pulih dari cedera engkel.

Seperti berjudi, AS Roma bisa untung tapi bisa juga buntung dengan langkahnya mendatangkan El Shaarawy. Jika Luciano Spalletti bisa ‘menghidupkan’ kembali El Shaarawy, maka tidak akan ada masalah. Namun jika ternyata El Shaarawy gagal memenuhi harapan, AS Roma boleh dibilang akan kekurangan potensi serangan karena Gervinho sudah tidak ada.

Tapi, tidak ada yang salah dengan mencoba. Kan, El Shaarawy juga hanya didatangkan dengan status pemain pinjaman dari AC Milan. Semua tinggal bagaimana Luciano Spalletti memaksimalkan potensi El Shaarawy dan juga si pemain sendiri untuk mengkonversi motivasinya yang tinggi menjadi performa yang baik di atas lapangan.

Be the first to comment on "Kehadiran El Shaawary menjadi Opsi Luciano Spalletti di Lini Depan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*