Del Bosque Incar Piala Eropa 2016 sebelum menyatakan pensiun

stock-photo-kyiv-ukraine-october-head-coach-of-spain-national-football-team-vicente-del-bosque-328838651

Keputusan mengejutkan datang dari Vicente del Bosque. Pria berusia 64 tahun tersebut memutuskan untuk mundur dari posisi pelatih timnas Spanyol usai pergelaran putaran final Piala Eropa 2016.

Berdasarkan informasi yang dikutip oleh Marca, Sabtu (19/12/2015), Marca memberitakan bahwa Del Bosque mengaku berat untuk melepas tugas yang menurutunya sangat mulia tersebut. Sayangnya, faktor usia dan kemampuan fisik eks arsitek Real Madrid tersebut sudah menurun, dan karena itulah dia tak ingin mengambil risiko.

Del Bosque mengatakan bahwa jika semuanya berjalan sesuai rencana, saya akan meninggalkan tim nasional setelah Piala Eropa 2016. Ini semua soal kesehatan saya. Tahun depan, menjadi tahun kedelapan saya menjadi pelatih timnas Spanyol.

Del Bosque merupakan aktor penting di balik kesuksesan tim nasional Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Del Bosque berhasil mempersembahkan sejumlah trofi bergengsi. Latar Belakang itu pula yang membuat Del Bosque bertekad untuk memberikan catatan manis sebelum dirinya pensiun bersama La Furia Roja Spanyol.

Pelatih Spanyol, Del Bosque mengatakan bahwa target tinggi yang diusung oleh Del Bosque di tanah Prancis tahun depan, yakni gelar juara yang harus dibawa Sergio Ramos dkk. Apa yang saya inginkan adalah untuk mengakhiri karier dengan catatan yang bagus. Sebenarnya, saya ingin pensiun sejak dulu, tetapi saya ingin mewujudkan target saya sebagai orang Spanyol tersukses di sepak bola.

Pria kelahiran asal Salamanca ini mengawali karier kepelatihan pada 1987. Kesuksesan Real Madrid dan Spanyol menjadi satu di antara bukti keandalan Del Bosque dalam meracik strategi. Apalagi bukan hal mudah ketika deretan individu hebat ada di dalam timnya.

Mantan bek Real Madrid, Manuel Sanchís mengakui bahwa sosok Del Bosque menjadi panutan, terutama dalam hal bagaimana cara menyatukan egoisme pemain-pemain bintang di tubuh Spanyol. Bukan rahasia lagi, satu hal yang paling sulit adalah mengkondisikan para pemain dari dua klub raksasa, Barcelona dan Real Madrid.

Manuel Sanchis mengatakan bahwa Del Bosque sangat brilian, saya akui banyak belajar darinya, terutama metode untuk menyatukan emosi pemain dalam waktu pendek. Tentu butuh pengalaman, pikiran yang bijak dan ketenangan yang luar biasa kala menghadapi seperti itu, dan Del Bosque punya segalanya.

Bersama Real Madrid, Del Bosque sukses mempersembahkan delapan trofi termasuk dua gelar Liga Champions 1999-2000 dan 2001-2002. Sedangkan di Timnas, Sang Entrenador merengkuh titel Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Be the first to comment on "Del Bosque Incar Piala Eropa 2016 sebelum menyatakan pensiun"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*